• Tulisanku Berawal dari mimpi,dan kuatnya minat.

    Mencoba tuangkan segala imajinasi dan keinginanku dalam media tulisan,entah itu emosi,rencana dan segala yang ku pikirkan.Yang jelas untuk saat ini aku sadar tidak selamanya bersentuhan dengan keyboard,di karenakan keterbatasanku pada saat ini,Jika Allooh mengijinkan!. aku ingin terus belar lebih dari yang ku tahu,pada saat ini,karena memang ada kata bijak "orang bisa,karena biasa?",tapi,bagiku bagai mana mungkin bisa tanpa belajar?,untuk itu aku menanamkan semangatku dengan kata-kata "aku harus bisa,karena aku mau belajar,suatu saat nanti aku pasti bisa,dan biasa"...Ya, mungkin? seperti mengulang sebuah pelajaran yang tertinggal jauh ilmu berkenaan dengan tulisan dalam kata-kata dan tata bahasa,blog,web,atau entah apa namanya?...yang harusku pelajari!.
    kawan,bantu aku!...pertemukan aku dengan keinginan-ku,pahamilah!..(aku bukan meminta,terima kasih telah berkunjung ke blog pribadiku yang amat sederhana,jauh dari kata sempurna!..salam, Abi Qoulan.

  • Alhamdulillah diri ini bersyukur,Terima kasih untuk teman-teman.

    Sekali lagi tak layaklah sebagai hamba yang tak mensyukuri nikmatNya,dan sebagai makhluk sosial bila tak tahu berterima kasih kepada sesama. Khususnya yang telah membantu mengajarkanku tentang pembuatan blog,dan termasuk anda yang telah memberikan support,agar aku terus belajar mengembangkan kemampuan. 1.Lulus Januar (teman kerja,yang mengenalkan aku dunia maya) 2.Erna Wati-Litz (teman seakidah di akun facebook,yang tawadlu dalam ilmu) 3.@lysya (penyemangat yang kukenal saat PKL dulu,memintaku untuk terus berkarya,kumpulkan tulisan) 4.Mba @neng_afni (saudara sepupupu,seperti guru jarak jauh) 5.Sapan (sahabat yang mengerti akan obsesiku,dan terus mendukung) Tidak lupa juga ane mengucapkan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya dari lubuk hati,untuk guru ane yang telah mendidik ane sampai ane mengenal aksara dan kata yang menyimpan makna,Karena merekalah blog ini ada,bukan berarti anda yang tidak tercantum tidak andil,mohon maaf dan terimakasih kunjungannya.
  • coretan dinding

Apakah aku tidak cukup adil memerintah, sehingga engkau berguncang?..(Umar bin Khattab r.a)

Tulisan ini hanya perpanjangan saja dari:
Hamzah Fatdri Ulhaq
Yang di peruntukkan Kepada:
Anggota Jadikan Facebook lebih bermanfaat untuk dunia dan akhirat mu. Waktu:
03 November jam 16:14
Isi Pesannya sbb:

Dulu, semasa Rasulullah hidup, pernah sebuah gempa beliau alami. Ketika itu, Rasulullah bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman.
Lalu Rasulullah berkata, “Tenanglah wahai Uhud, yang di atasmu tiada lain kecuali Nabi, Shiddiq dan dua orang syahid.” Kemudian getaran bumi tidak berlanjut. -Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari, dari Anas bin Malik.

Ada yang menarik dalam hadits tersebut. Beberapa kalangan mencermati penyebutan ketiga sahabat nabi tersebut dengan predikatnya, bukan nama lengkap. Shiddiq yang dimaksud adalah Abu Bakar ra, dan dua syahid yang disebut adalah Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. Shiddiq adalah mereka, orang-orang terpercaya, dan syahid adalah mereka yang mati karena membela agama.

Gempa pernah juga terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Madinah berguncang. Ketika gempa terjadi, yang dilakukan oleh Umar bin Khattab adalah menempelkan telinganya ke tanah sambil berkata, “Ada apa denganmu?” Pertanyaan itu ditujukan untuk bumi yang berguncang.

Dalam riwayat lain, ketika bumi bergetar, sang khalifah sedang memegang susu dalam gelasnya. Susu tersebut sampai berguncang, dan kemudian Umar disebutkan mengajukan pertanyaan pada bumi.
“Apakah aku tidak cukup adil memerintah, sehingga engkau berguncang?” Diriwayatkan, seketika bumi berhenti bergetar.

Bahkan dalam Manaqib Umar, Ibnu Abi Dunya mencatat perkataan Umar bin Khattab yang bertanya pada rakyatnya. “Wahai manusia, tidaklah gempa ini terjadi kecuali karena ada sesuatu yang kalian lakukan. Alangkah cepat kalian melakukan dosa. Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, jika terjadi gempa susulan, aku tidak akan mau tinggal bersama kalian selamanya!”

Jelas, kini nabi sudah tidak ada di antara kita. Karenanya tidak ada lagi yang berkata untuk menenangkan gunung-gunung dan bumi.
JADI SIAPA YG DAPAT MENENANGKAN BUMI INI??? SIAPA YG MENENTERAMKAN JIWA-JIWA YG KETAKUTAN??? Mari kembalikan senyum alam…

#Nasehat Ust. Abu Syauqi

#tag: nasihat dibalik gempa#
Dikirim menggunakan telepon selular Sony Ericsson G502 via email ponsel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: